Dompetku

Posted: November 7, 2012 in Coretan

Dompet nihKejadian ini terjadi pada Rabu, 31 Oktober 2012 dalam perjalanan menuju Mal Lippo Cikarang (MLC) dalamrangka menghadiri Meeting bulanan HR Lippo Malls. Seperti sebelumnya semenjak bertugas di Plaza Semanggi bila ingin mengunjungi Mal Lippo Cikarang, saya selalu mampir dulu ke Plaza Semanggi dan memarkirkan Si Kharisma lalu melanjutkan ke Cikarang dengan Bus. Sebenarnya terbesit dalam benak saya ada keinginan pada hari itu mengunakan jalur lain yaitu langsung ke Cawang dan dilanjut menggunakan Angkot 59 namun berasa sekit tidak nyaman karena tempat penitipan motor dan pangkalan angkot 59 cukup jauh dan ketidak nyamanan angkot tersebut karena harus berdesakan dengan 23 penumpang lain dan merasa kalo via Komdak dan menggunakan bus besar akan nyaman dan bisa tidur🙂

Singkat cerita akhirnya saya naik Bus Mayasari Bakti nomor 121 A jurusan Jababeka karena dia yang terlebih dahulu lewat di depan Komdak walaupun sebenarnya masih lebih nyaman bila naik Bus Shuttle Lippo Cikarang karena tempat duduknya sudah reclining sehingga enak untuk tidur, namun kepikiran biar cepet sampai saja pikirku.

Inilah awal keteledoranku dimulai dari pada awalnya berniat istirahat tidur di Bus malah asik membaca email dan beberapa BBM sehingga setelah membayar ongkos bus, aku lupa tidak langsung memasukkan dompet ke dalam saku celana belakang tapi malah meletakkannya di pangkuanku sambil asik pencat-pencet tombol Blackberryku. Pada saatnya sampai di exit tol cikarang saya langsung berdiri dan tidak teringat sama sekali bahwa dompet belum di masukkan ke dalam dompet dan tidak teringat apakah jatuh pada saat berdiri hendak bergegas turun atau aku sempat meletakkannya di tempat duduk sebelah. Setelah turun dan melanjutkan dengan angkot 33 sampai dengan turun di depan MLC masih belum sadar bahwa dompet tidak ada di saku celana belakang.

Saat beberapa langkah akan memasuki MLC barulah tersadar kalau dompetku tidak ada di saku celana belakang dan teringat kalau aku memang belum memasukkannya ke saku, maka langsung terucap istighfar sebanyak 3X sambil panik namun akhirnya aku sadar bahwa ini hanya titipan jadi aku tidak boleh cemas dan sempat terpikir pasrah dan bila memang Yang Maha Memiliki menghendaki pasti dompet itu akan kembali namun terpikir olehku gimana bila tidak? Akan banyak proses pekerjaan untuk membokir ATM dan Kartu Kredit, ngurus KTP, SIM, Kartu Jamsostek, DPLK dll. wah ribet banget dan pasti bertele-tele dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar atau 1 hari jadi.

Akhirnya aku putuskan berikhtiar untuk mengejar Bus Mayasari Bakti tersebut ke Jababeka, namun karena aku juga tidak terlalu hafal daerah ini maka aku segera menghubungi driver MLC (Pak Sutedjo) yang memang cukup mengenal daerah Cikarang untuk mengantar dengan menggunakan kendaraan operational MLC dan pemburuan dimulai dari mencari terminal akhir Bus Mayasari Bakti yang memang sebelum naik di depan Komdak aku sempat membaca tujuan akhirnya adalah Jababeka dan bukan Cikarang yang ternyata memang ada 2 trayek pada jalur ini yaitu 121 untuk jurusan BlokM – Cikarang dan 121 A untuk jurusan BlokM – Jababeka. Berkat penguasaan wilayah dari Pak Tedjo akhirnya kita dapat info dari Pedagang Asongan yang berdagang di Sebuah Shelter Jababeka bahwa dompet tersebut telah ditemukan oleh seorang penumpang dan kemudian dititipkan kepada kernet Bus Mayasari Bakti 121 A dengan nomor body 44 yang ternyata Bus tersebut harus pulang ke Pool di Cibitung karena AC Centralnya rusak, Alhamdulillah lirihku dalam hati.

Lanjutlah kita dengan diantar pedagang asongan tersebut yang menawarkan diri untuk mengantar pergi untuk menemui kernet yang menyimpan dompetku ke Pool Bus Mayasari Bakti di Cibitung dan dalam perjalanan pedagang asongan tersebut mengaku bahwa dia punya seluruh nomor HP sopir dan kernet Bus Mayasari Bakti jurusan BlokM – Jababeka maupun Bus Primajasa Bandung – Jababeka guna untuk meminta informasi kedatangan Bus ke Jababeka dan pedagang asongan tersebut telah berjualan di Jababeka tersebut sudah selama 5 tahun, pantesan🙂

Akhirnya perburuan dompet hilang berakhir di depan Pool Bus Mayasari Cibitung, yang dengan bantuan Pedagang Asongan tersebut berhasil mempertemukan aku dengan Kernet Bus Mayasari Bakti yang menyimpan dompetku yang hilang. Begitu terima Kernet tersebut meminta aku memeriksanya dan berkata bahwa dia menerimanya dari salah seorang penumpang, setelah aku periksa seluruh Kartu ATM, Kartu Kredit, Jamsostek, DPLK beserta Uang masih utuh tanpa berkurang sesenpun, Alhamdulillah ucapku dalam hati.

Dari cerita di atas aku mendapatkan banyak hikmah atas kejadian tersebut,yaitu :

1. Selalu waspada bila bepergian menggunakan kendaraan umum

2. Jaga barang berharga anda sebaik mungkin bila di kendaraan umum maupun di tempat umum

3. Pada saat kita kehilangan memang wajib ikhlas, namun sebelumnya harus ada ikhtiar untuk menemukan kembali

4. Bila melakukan perjalanan dengan kendaraan umum selalu siapkan ongkosnya dengan uang pas di saku anda

5. Bersangka baik kepada siapapun.

Demikian pengalaman ini aku share buat para pembaca sekalian semoga bermanfaat, amiin.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s